Kamis, 19 Mei 2011

Detik ke-2 : Sarapan Minta Maaf (-__^)

4 hari sudah kami tak saling menyapa, ngobrol digital dan saling menghubungi.
Padahal sebelumnya kami masih bermain Golf bersama,tentunya bersama Dhea dan Sisca,caddy2 sexy yang berhasil kita bawa malamnya ke Holiday Inn.
Aku dan sahabatku. Aku Tyan, dia Rio. Aku 55 tahun, dia 51 tahun.

Dan sekarang aku mencoba menelepon dia ada dimana pagi ini,setauku,dia akan ke gedung DPR untuk rapat parlemen. tempat aku berkiprah dulu,kini aku rakyat biasa.
Tampaknya dia tak mengangkat, apa masih tidur.
Tapi tidak, aku yang menelepon depan rumahnya ini,sudah melihat sosok dia dari jendela luar. Aku menyusuh diam Bu Marsyinah pembantunya.


           "Syutt..."

"Woi...yan!! Kaget aku. Wah tumben kau kesini" 
"Aku bawakan sarapan buatmu. Special dari Restoran baruku"
"The best bgt kau yan dari dulu"


30 TAHUN SILAM
-------------------------------
"Wah..apa nih yan..McD haha...napa lo ga bilang mau kesini"
"Gw mau ngasih kejutan ama lo,haha. Abis lo gw sms..telpon ga ngangkat"
"Mana ada"
"Kenapa sih lo,masih marah lo yah.."
"Apaan!! lo yang marah. Gw sengaja diemin,takutnya lo nyolot lagi"
"Yaudah nih sarapan minta maaf dari gw."
Perbincangan berlanjut sambil sarapan,haha. Dasar. Sarapan ini pertama kali aku bawa buat sahabatku ini.
Rio sahabatku, aku kakak kelasnya dari SMU,tapi baru kali ini kita bisa rock n roll bareng.


"Sorry Iyo...gw yg salah nih. Gw egois. Tapi lo jga tetep ga bisa ambil posisi bgt sih Yo" 
"Iya Ian,maaf bgt. Gw emang ga bisa seperti yang lo minta""Iya Yo,tapi santai. Ini nih yg gw mau. Gw bebas aja mengkritisi lo,ga perlu takut lo sakit hati. samahal lo juga gt ke gw"
"Sepakat!!keterbukaan adalah hal mutlak persahabatan umurnya panjang"
"Lagi kan lo dramatis,haha. Kita ini mesti jalanin dgn rock n roll boyyy!! Asik asikan. Semakin lama persahabatan dibawa dramatik..nanti kita bosen,dan jadinya terlalu dibawa berat"


Tiba2 Rio terbahak lepas. Aku Heran. Ada apa yah??haha

****
KEMBALI KE TAHUN INI
-----------------------------------------------
"Napa kamu ketawa keras Rio...mati kau ngakak di sidang paripurna kalo kayak gtu!!"
"Tidak tidak tidak. Salut aku sama kamu. Masih saja kamu inget dialog telenovela Marian Marcepe,si Christo kan bilang Leonarian -Temenan mah biasa aja kali, ga usah drmatisir- Ahaha..aku juga ingat Ian"
Terbahaknya Rio aku hentikan dengan kalimat jitu
"Iya Rio...temenan sih biasa aja, tapi sahabatan..itu harus luar biasa. Itu yang bikin kita bertahan ampe kita punya cucu seperti sekarang ini"

 (Foto ini diambil tahun 2041)

Detik pertama: Sarapan Ceria (-__^)

"Hai kamu dimana?" 
"Aku dikosan Ian. Kenapa emang?"
Itulah suara Jesi saat ku menelepon dia, aku sedang bermain di CFD,atau Car Free Day,jalan Dago.
Dan disekelilingku,banyak yg memanggilku. "jery" "jery" "jery",haha. Namaku memang Jeryan,dan semua memanggilku Jery, tapi hanya Jesi yang memanggilku Jeyan.
Tapi masih tentang mereka, aku bukan ingin membahagiakan orang2 yg memanggilku pagi ini. Tapi aku ingin memberik kejutan bagi Jesi. Setelah dia bertanya kenapa, aku langsung menutup handphoneku.

***
Sekarang sudah didepan kamarnya.
"jesssss...jessss...jessssbemm"
haha itulah panggilanku padanya si pipi tembem (cubbie).
"Hai Ian, kaget aku ada kamu. Wah kamu bawa apa?"
"Ini kupat tahu Singaparna..ajiebbbbb.."
Pagi itu memang menjadi pagi yang biasa saja. Tapi ini awal segalanya.
Makan di kamar Jesi mungkin akan jadi kenangan. Kenangan persahabatan.

"Jes,ini awal dari segalanya... mulai minggu depan,dan tentunya pasgi ini, aku selalu memberikan kejutan bagi kalian. Sarapan ceria, tiba2 aku datang didepan kamar,Haha"
Jessi tak perlua bertanya "kalian" itu siapa. Dia tahu orang-orang itu tiada lain Jevan,Jeyo,Jevian,Jelaks dan Jesong. Atau siapun yang pagi itu...uppp tidak, tapi sabtu malanya aku fikirkan siapa yang akan aku bawakan sarapan kejutan ceria paginya.
"Ya ampun..buang-buang duit aja"
"Hahaha..apa sih. Itu yang pilih Jes,lebih baik membuang duit..daripada membuang momen bersama kalian"
"Hehe.kamu baik yah"
"Jangankan untuk membuang momen. Membelinya saja aku ga mampu. Karena bersama kalian..itu mahal harganya"